Friday, October 23, 2009

Bisnis Modal Dengkul



Berbicara tentang memulai bisnis, banyak orang langsung terhenti langkahnya karena merasa tidak memiliki modal untuk memulainya. "Saya sebenarnya ingin menjadi pebisnis, tapi saya tidak punya modal" begitulah kira-kira komentar dari rata-rata para pemula yang saya jumpai, dan modal yang dibicarakan disini maksudnya adalah uang cash yang dimiliki untuk memulai bisnis.

Dalam konteks yang lain, sebuah angka statistik membuktikan bahwa 50% bisnis tutup sebelum ulang tahunnya yang kedua, 80% tutup sebelum ulang tahun yang kelima. Dan yang sangat menarik untuk dicermati, ternyata salah satu sebab mengapa mereka gulung tikar dalam usia yang sangat muda adalah "Easy Money", uang dan kredit yang terlalu mudah didapat. Kok bisa begitu?

Ternyata easy money membuat pebisnis menjadi bodoh. Dengan uang dan kredit yang mudah didapat mereka memiliki kesempatan yang sangat luas untuk menutupi kesalahan-kesalahan dalam berbisnis. Contohnya ketika sales tidak mencapai target, ketika piutang tidak tertagih, ketika team tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu, ketika pendapatan tidak dapat menutupi biaya yang harus dikeluarkan, maka dengan easy money dan easy kredit anda akan merasa baik-baik saja. Ini karena selalu dapat menutup kekurangancash flow tanpa melakukan perbaikan kinerja, sehingga rendahnya sales tidak mempengaruhi psikologi perusahaan, dan team anda seolah-olah mendapatkan pesan "mencapai target sales tidak penting di perusahaan ini".

Banyak entrepreneur berlari dari satu masalah ke masalah yang lebih dalam karena selalu menutupi kesalahannya dalam berbisnis tidak dengan cara melakukan perbaikan fundamental dalam melakukan bisnis. Ketika bisnis mengalami kesulitan keuangan yang disebabkan oleh kinerja yang payah yang mereka lakukan adalah dengan melakukan restrukturisasi keuangan, dengan memberikan talangan uang cash baik yang diambil dari kocek pribadinya maupun dengan cara menghutang, bahkan banyak di antara yang saya jumpai mereka menutup masalah keuangan dengan cara memakai uang rentenir yang berbunga tinggi.

Mereka memimpin dengan uangnya, sampai satu titik bisnis mereka benar-benar berhenti karena beban keuangan sudah sangat dalam sedangkan kinerja bisnisnya tidak pernah membaik seperti yang dibayangkan. Entrepreneur sukses memimpin perusahaan bukan dengan uangnya tetapi dengan waktunya!

Sebuah kontradiksi, para pemula menganggap bahwa uang adalah kunci sukses bisnis, kenyataannya uang justru bisa menjadi pembunuh bisnis, karena uang yang mudah
membuat entrepreneur bodoh. Kalau kita lihat kisah sukses para pebisnis, sebagian besar diantara mereka justru memulai bisnis dengan serba kekurangan modal, inilah yang memaksa mereka selalu berfikir kreatif, karena tidak ada pilihan kecuali harus meningkatkan kinerja perusahaan untuk bertahan hidup dan berkembang.

Mereka memulai usaha dengan modal seadanya, mengumpulkan uang lewat bisnis kecil dan
melangkah ke bisnis selanjutnya yang lebih besar. Sebenarnya apa yang mereka lakukan dalam dunia entrepreneurship disebut "Financial Bootsrapping", meminimalisasi uang cash yang diperlukan ketika memulai sebuah bisnis.

Financial bootstrapping bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara mendapatkan barang dengan tempo pembayaran yang panjang, berbagi sarana bisnis dengan orang lain, penerapan inventory minimum, dan sebagainya.
Banyak buku-buku yang memberikan inspirasi bagaimana anda memulai bisnis dengan modal yang sangat terbatas (mereka menyebutnya modal 0 atau modal dengkul), saya juga baru menyadari bahwa saya melakukan financial bootstrapping ketika memulai bisnis, barangkali itulah sebabnya saya ditulis sebagai salah seorang yang termasuk dalam buku "10 Pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0" terbitan Gramedia.

Cerita yang sangat menginspirasi datang dari Dell Computer yang memulai bisnis hanya
dengan US 1.000 dolar, dan dalam beberapa tahun bisa membawa Dell Computer menjadi bisnis dengan skala ratusan juta dollar.

Pertanyaannya "Dapatkah anda memulai bisnis dengan uang cash sejuta sampai sepuluh juta rupiah saja?"


By Heppy Trenggono

Beda Ambisi Ember Dan Ambisi Pipa



Tahun 1801 di sebuah desa kecil di Italia Ada dua orang saudara sepupu, PABLO & BRUNO. Sangat ambisius, pekerja keras dan ingin menjadi orang terkaya di desanya. Satu kesempatan datang melalui kepala desa yg menugaskan mereka untuk memindahkan air dari sungai ke penampungan air di tengah desa.

Mereka diberi ember dan dibayar berdasarkan jumlah ember air yg mereka bawa tiap harinya. Singkat cerita, mereka menikmati kerja dan hasilnya. Mereka bisa membeli pondok & keledai sendiri.
BRUNO MERASA CITA-CITANYA MULAI TERWUJUD, tapi PABLO TIDAK MERASA DEMIKIAN. Punggung PABLO terasa nyeri dan telapak tangannya lecet karena beban ember tadi.

Mereka istirahat setiap Sabtu & Minggu. Tiap pagi mereka stress terutama Minggu sore, karena besoknya harus mengangkat ember lagi. PABLO akhirnya mencari akal bagaimana caranya memindahkan air yang lebih efisien & efektif.

Akhirnya PABLO mendapat ide untuk MEMBANGUN SALURAN PIPA dari sungai ke desanya.
Dia menceritakan idenya kepada BRUNO, tapi BRUNO menolaknya mentah-mentah. BRUNO sudah nyaman dengan kondisinya sekarang.
Upahnya besar, punya pondok & keledai sendiri, tiap malam dia istirahat, akhir pekan bisa berlibur ke pantai, ke gunung, ke perkumpulan olah raga atau ke kedai kopi bersama teman-temannya dst.

PABLO akhirnya merealisasikan idenya sendiri. PAGI HINGGA SORE DIA MENGANGKUT EMBER AIR, MALAM HARI DIA MEMBANGUN SALURAN PIPA.
BRUNO & teman-temannya mengejek PABLO, tapi PABLO tidak peduli.
PABLO punya visi jauh ke depan karena TIDAK SELAMANYA DIA KUAT MENGANGKUT EMBER AIR.

BRUNO semakin kaya, tetapi semakin bungkuk dan melemah.
Semakin banyak orang mengangkut ember bahkan dengan ember yg lebih besar.
MESKIPUN MULAI SAKIT & MENUA, BRUNO SADAR BETUL BAHWA DIA TIDAK BISA BERHENTI MENGANGKUT EMBER AIR KARENA UPAHNYA AKAN HILANG.

Setelah 5 tahun, saluran-saluran pipa PABLO rampung dan dia mulai menikmati income dari orang yg membeli air dari saluran pipanya.
SALURAN PIPANYA TERUS MENGALIRKAN AIR & UANG MESKIPUN PABLO SEDANG MAKAN, ISTIRAHAT, TIDUR BAHKAN BERLIBUR SEKALIPUN. DIA MENDAPATKAN KEBEBASAN FINANSIAL & WAKTU.

Bahkan PABLO berencana untuk membangun pipa ke seluruh negeri. Teringat kepada saudaranya, PABLO kembali mengajak BRUNO yg sudah terlihat tua, lelah dan bungkuk.
BRUNO akhirnya melihat visi saudaranya itu dan membangun saluran pipa bersama-sama.
Sekarang mereka telah meraih ' RETIRED YOUNG, RETIRED RICH ' seperti judul bukunya ROBERT T. KIYOSAKI.

“ LAKUKAN SEKARANG, SEBELUM ANDA MEMBUTUHKAN ”

Orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan, orang-orang biasa mencari pekerjaan.
(Robert T Kiyosaki)